Malaysia Online Casino_Baccarat Online_Football Handicap Rules

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Taruhan,

JaIndonesia Super Quizngan salah InIndonesia Super Quizdonesia Super QuizPaham dulu, dilakukan atau tidak, itu sepenuhnya hak kalian. Kalau keinginan itu tumbuh benar-benar dari dalam hati tanpa terpengaruh standarisasi ala seleb di Instagram itu tentu nggak jadi masalah. Tapi kalau hanya untuk mengikuti tren saja, nggak benar-benar muncul dari keinginan hati, ya, sayang saja. Hati-hati barangkali ada niat mau pamer di situ. Lagipula kalau mau liburan berdua ngapain jauh-jauh, toh Indonesia ini kaya akan tempat wisata yang terbukti lebih keren dan diakui dunia, dan yang paling penting nggak semahal ke luar negeri.

Punya relationship goals sendiri jelas lebih menguntungkan dan menjamin kelanggengan hubungan. Karena dalam membuatnya ada obrolan yang kalian lakukan. Terjadi komunikasi tawar-menawar dengan mempertimbangkan kesukaan atau keinginan masing-masing.

Dalam prosesnya tentu kalian jadi lebih mengenal satu sama lain. Proses tersebut juga pasti seru karena kreativitas dari kalian sama-sama keluar, kalian bebas menghayal dan nggak perlu takut mewujudkannya, toh diwujudkan berdua juga pada akhirnya.

Pernah lihat postingan relationship goals di Instagram? Pasti pernah. Mulai dari anak kuliahan sampai anak SD barangkali semua latah mengikuti cara-cara menghargai hubungan ala-ala selebgram. Memang sah-sah saja dilakukan. Tapi apa iya ketika hal tersebut kamu adopsi ke hubunganmu dengan kekasih akan berdampak besar, atau lebih langgeng? Bukankah lebih baik bentuk relationship goals sendiri? Dan beberapa alasan di bawah ini jadi hal yang harus kalian pertimbangkan sekali.

Seperti yang telah dibahas di atas, sejatinya sah-sah saja jikalau kalian masih ngebet ingin meniru relationship goals ala ala selebgram. Nggak apa-apa, bebas! Namun yang mesti kalian perhatikan adalah jangan terlalu memaksakan bahwa harus begini, mesti sama persis begitu. Jangan sampai memaksa pasanganmu untuk menabung untuk liburan berdua ke Bali padahal sejatinya pasanganmu ingin ke Lombok, jangan.

Sebab belum tentu juga kalau salah satu di antara kalian ingin meniru relationship goals yang didapat dari orang lain di Instagram cocok dilakukan dalam hubungan kalian. Belum tentu cocok. Belum tentu pasanganmu suka.

Sejatinya mengikuti Relationship goals pasangan lain hanya membuang waktu saja. Bagaimanapun hubungan, kalian sendiri yang menjalani, kalian sendiri yang bertanggung jawab atas kelangsungannya. Bukankah tujuan menjalin hubungan sesungguhnya untuk belajar bertanggung jawab bersama bukan untuk pamer foto liburan atau menyenangkan followers yang belum tentu peduli? Coba deh renungkan sekali lagi

Mengebu-gebu ingin liburan berdua ke luar negeri laiknya pasangan seleb, foto di tempat wisata yang ikonik, atau merayakan ulang tahun di rooftop apartemen terkemuka di tengah kota, kemudian diunggah di Instagram, sesungguhnya tujuannya apa sih? Untuk kelancaran hubungan atau sebagai ajang pamer ke followers? Coba deh jujur ke diri sendiri? Hmm..

Yang bisa menjamin kebahagiaan atau kelanggengan hubungan adalah kalian sendiri. Mengikuti relathionship goals di Instagram nggak menjamin kebahagiaan bagi hubungan. Selain itu menuruti nafsu untuk eksis layaknya selebgram merugikan kalian dalam banyak hal; waktu, tenaga dan dana yang kalian miliki dan lain-lainnya. Kalau bisa buat relationship goals sendiri yang jauh lebih seru atau intim, mengapa harus meniru orang lain?

Nggak bisa dipungkiri bahwa postingan Instagram kini turut membentuk perilaku atau tren masyarakat. Mulai dari tren fashion, makanan, bahkan sampai hubungan percintaan. Khusus yang terakhir, disadari atau nggak instagram punya pengaruh yang besar dalam membentuk standarisasi hubungan yang baik.

Selain itu membuat relationship goals sendiri minim akan kesalahpahaman. Sebab dalam merumuskannya kalian berdua turut andil di sana, jadi sudah sama-sama paham dengan keinginan satu sama lain. Boleh dibilang hasil obrolan tersebut merupakan keinginan bersama yang sudah meewati beragam pertimbangan.

Mungkin saat kalian melakukannya, kamu pergi liburan ala-ala kalian akan merasakan kebahagiaan di sana karena keinginan kalian tercapai. Namun setelahnya kalian menyesal karena satu dan lain hal, semisal bayar utang untuk ongkos, atau nyesel kenapa nggak ke Lombok saja, atau foto-fotonya nggak ada yang bagus dan lain sebagainya. Intinya kalau semua yang kalian lakukan nggak berawal dari keinginan hati yang terdalam, kebahagiaan yang kalian dapatkan sifatnya semu.